Iyosrosmana’s Blog

16 Mei 2009

Pengukuran Pemahaman Membaca

Filed under: Uncategorized — iyosrosmana @ 11:46 am

             Mengukur pemahaman bacaan siswa tidak terlepas dari kecepatan atau waktu membacanya. Setiap pengukuran yang berkaitan dengan kemampuan membaca ini tentu mencakup kecepatan dan pemahaman isi bacaan. Tampubolon (1987:7) mengemukakan bahwa yang dimaksudkan dengan kemampuan membaca adalah kecepatan membaca dan pemahaman isi secara keseluruhan. Jadi, antara kecepatan dan pemahaman terhadap bacaan keduanya seiring. Ditambahkan oleh Tampubolon, cara mengukur kemampuan membaca adalah jumlah kata yang dapat dibaca per menit dikalikan dengan persentase pemahaman is bacaan. Pemahaman bacaan dapat diukur melalui pertanyaan yang menanyakan tentang apa yang dimaksud pengarang, apa yang akan dikatakan pengarang, dan hal-hal apa saja yang tersurat dalam bacaan tersebut.

Anderson (1981:106-107) mengemukakan bahwa kemampuan pemahaman bacaan dapat diukur melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1)   Tingkat pemahaman literal

       a) perbuatan apa pada cerita tersebut ?

       b) siapa yang menjadi karakter-karakter utama ?

       c) di mana hal itu berlangsung ?

2)   Tingkat interpretasi

       a) apa yang pengarang coba katakan ?

       b) apa tema pokoknya?

       c) Bagaimana fakta ini cocok dengan apa yang telah diketahui?

3)   Tingkat ketiga

        a) simbol-simbol apa yang disampaikan?

        b) Apakah saya dapat menyimpulkan dari apa yang dikatakan?

        c) Evidensi-evidensi apa untuk generalisasi-generalisasi berikut?

            Jadi, Anderson mengungkapkan bahwa pemahaman bacaan dapat diukur dalam tiga tingkatan, yaitu (1) tingkat pemahaman literal, (2) tingkat interpretasi, dan (3) tingkat pemahaman di luar wacana. Tingkat literal menanyakan hal-hal yang tersurat dalam bacaan, tingkat interpretasi menanyakan tentang apa yang dimaksud mengarang, dan tingkat pemahaman ketiga menanyakan hal-hal yang ada di luar wacana.

Menurut Harris (1977:59)  tes kemampuan pemahaman bacaan mencakup:

1)   Bahasa dan lambang tulisannya

a)  Kemampuan memahami kata-kata yang terpakai dalam tulisan- tulisan   biasa dan kemampuan memahami istilah-istilah tertulis yang jarang terpakai dalam tulisan biasa atau kata-kata biasa yang terpakai dalam arti khusus sebagaimana terdapat dalam bahan bacaan.

b) Kemampuan memahami pola-pola kalimat dan bentuk-bentuk kata sebagaimana terpakai dalam, bahasa tulisan, dan kemampuan mengikuti bagian-bagian yang kian lama kian panjang dan sulit yang dijumpai dalam tulisan-tulisan resmi.

c)  Kemampuan menafsirkan dengan lambang-lambang atau tanda-tanda yang terpakai dalam tulisan yaitu tanda-tanda baca, pemakaian huruf besar, penulisan paragraf, pemakaian cetak miring, cetak tebal, dan sebagainya yang digunakan untuk memperkuat dan memperjelas pengertian yang terpakai dalam bacaan.

2)   Gagasan

a)     Kemampuan mengenal maksud yang ingin disampaikan pengarang dan gagasan pokok yang dikemukakan dalam karangan itu.

b)    Kemampuan memahami gagasan-gagasan yang mendukung pokok yang dikemukakan pengarang.

c)     Kemampuan menarik kesimpulan yang betul dan kecerdasan yang tepat tentang apa yang dikemukakan pengarang dalam bacaan itu.

3)   Nada dan Gaya

a)     Kemampuan mengenal sikap pengarang terhadap masalah yang dikemukakannya dan sikap pengarang terhadap pembaca. Kemampuan memahami nada tulisan yang dikemukakan pengarang.

b)  Kemampuan mengenal teknik dan gaya penulisan yang digunakan pengarang untuk menyampaikan gagasannya dalam bacaan itu.

             Secara garis besar, sebenarnya aspek yang dinilai dalam pemahaman bacaan terdiri atas tiga bagian, yaitu (1) pemahaman bahasa dan lambang tulisannya, (2) gaya yang terdapat dalam bacaan, dan (3) nada dan teknik yang digunakan pengarang. Dengan memahami ketiga aspek itu, berarti pembaca memahami keseluruhan isi bacaan.

              Farr (1969:53) mengemukakan bahwa untuk mengukur pemahaman bacaan di antaranya haruslah berisi pertanyaan tentang pandangan atau maksud pengarang dan pertanyaan tentang kesimpulan bacaan. Secara terinci Farr membagi pertanyaan itu menjadi sembilan, yaitu :

a)        Pengetahuan tentang makna kata;

b)       Kemampuan memilih makna yang dimiliki kata atau frasa dalam latar kontekstual khusus;

c)        Kemampuan untuk memilih atau memahami susunan dari bacaan dan identitas sebelumnya dan kesimpulan-kesimpulan di dalamnya.

d)       Kemampuan menyeleksi gagasan pokok melalui bacaan;

e)        Kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dijawab khusus dalam suatu bacaan;

f)         Kemampuan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dijawab dalam bacaan, tetapi tidak pada setiap kata-kata yang mana pertanyaan dijawab;

g)        Kemampuan menyimpulkan dari bacaan tentang isinya;

h)        Kemampuan mengingat apa yang ditulis dalam bacaan dan maksud dan suara hati pengarang, dan

i)          Kemampuan menentukan tujuan-tujuan pengarang, maksud pengarang, dan pandangan pengarang, yaitu membuat kesimpulan-kesimpulan tentang suatu tulisan.

             Jadi, secara garis besar pertanyaan-pertanyaan tes pemahaman bacaan menurut Farr dibagi menjadi tiga, yaitu (1) kemampuan memahami makna kata dalam bacaan (2) kemampuan memahami  organisasi karangan dalam bacaan dan ide-ide pokok serta isi bacaan, dan (3) kemampuan menetukan tujuan-tujuan pengarang, maksud, pandangan, dan kesimpulan tentang bacaan itu.

Menurut Smith (1978:231-234), kegiatan pemahaman bacaan dapat diukur dari kemampuan siswa memarafrase arti yang diberikan secara jelas dalam wacana, kemampuan mencari jenis organisasi dari bacaan dan ide-ide informasi yang ada dalam bacaan, dan kemampuan siswa memahami proses berpikir tentang bacaan tersebut. Secara terinci pertanyaan-pertanyaan yang ingin mengungkap kemampuan pemahaman bacaan siswa menurut Smith menyangkut hal-hal sebagai berikut:

1)    Pemahaman Literal

        a. mengerti kata

        b. mengerti kalimat

        c. mengerti organisasi rangkaian kata dalam bacaan

        d. mengetahui tanda-tanda

        e. mengerti informasi dalam bacaan

         f.  mengikuti aturan-aturan dalam bacaan

         g. dapat mendeskripsikan prosedur dan proses kata-kata dalam bacaan.

         h. dapat mengingat isi khusus untuk mengungkapkan kembali apa yang telah dibacanya.

2)    Pemahaman Inferensial

         a. mengidentifikasikan gagasan-gagasan pokok

         b. mengidentifikasikan organisasi paragraf

         c. membuat bandingan atau perbedaan

         d. mengingat secara nyata hubungan sebab akibat

         e. memahami hubungan hirarkhi

         f.  penyeleksian kesimpulan

         g. penyimpulan konsep-konsep

         h. menanggapi pertanyaan dalam teks

          i.  membedakan kerelevanan dan ketidakrelevanan informasi

          j.  menilai pertanyaan-pertanyaan pendukung

          k. membedakan informasi objektif dan subjektif

           l.  menilai keotentikan, kelengkapan, dan kelogisan informasi

          m. mengingat elemen-elemen pada gaya dan nada

          n. mencari asal bahasa figuratif dan simbolik

          o.  mengingat pandangan pengarang dan tujuannya, dan mendeteksi kebiasaan pengarang

          p. memprediksi hasil dan pemecahan

           q. membandingkan bahan dari teks lain.

              Berdasarkan kajian-kajian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman bacaan adalah kesanggupan seseorang untuk menangkap informasi atau ide-ide yang disampaikan oleh penulis melalui bacaan sehingga ia dapat menginterpretasikan ide-ide yang ditemukan, baik makna yang  tersurat maupun yang tersirat dari teks tersebut. Pemahaman bacaan meliputi pemahaman literal, pemahaman inferensial, dan pemahaman evaluasi.

DAFTAR RUJUKAN

DAFTAR PUSTAKA

                                        

Anderson. Efficient Reading: A Practical Guide. Sidney: McGraw-Hill Book    Company. 1981.

Farr, B. Reading: What Can be Meassured? Deleware: International Reading Association. 1969.

Goodman,  Yetta M., dkk. Reading Strategies Focus on Comprehension. Singapore: B & Jo Enterprise PTE Ltd. 1980.

Harris, D. Testing as a Second Language. Hongkong: Tata McGraw-Hill Publishing. 1977.

Smith, C. Teaching in Secondary School Content Subjects: A Book Thingking Process. New York: Holt, Rinehart, and Winston. 1978.

Tampubolon, D.P. Kemampuan Membaca: Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. 1987.

3 Komentar »

  1. Komentar pengukuran pemahaman membaca, untuk setiap orang berbeda kemampuan tergantung beberapa aspek pengalaman, pendidikan,…..

    Komentar oleh Muhamad Arip NIM 0803820 — 11 Juni 2009 @ 11:12 am | Balas

  2. Tugas Tanggapan Artikel
    Dosen : Dr. Iyos A. Rosmana, M. Pd

    Judul Artikel: Pengukuran Pemahaman Membaca
    (dari Arsip: Untagorized-iyosrosmana@ 11:46 am)

    Pengukuran pemahaman membaca seperti yang disampaikan oleh Tampubolon (1987:7), adalah terkait dengan tingkat kecepatan dan pemahaman terhadap isi bacaan secara keseluruhan. Cara yang digunakan oleh Tampubolon dalam mengukur pemahaman membaca siswa terhadap bacaan diukur dengan menghitung jumlah kata yang dibaca permenit lalu dikalikan dengan persentase pemahaman isi bacaan.
    Pendapat di atas belum secara spesifik membahas teknik pelaksanaan untuk melalkukan pengukuran pemahaman membaca bagi siswa. Jumlah kosakata yang dihitung permenit dan dikalikan dengan persentase pemahaman bacaan, perlu menentukan kriteria/batasan nilai yang digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaiannya. Jadi perlu ada nilai skala untuk menentukan berapa nilai yang diberikan dari hasil mengalikan jumlah kosakata permenit dengan persentase pemahaman yang dikuasai oleh siswa.
    Sehubungan dengan tingkat keberhasilan siswa dalam memahami bacaan, apa yang disampaikan oleh Anderson (1981:106-107) kiranya dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat pemahaman membaca siswa. Apa yang disampaikannya sudah cukup memenuhi unsur-unsur/maksud yang ingin disampaikan pengarang melalui sebuah bacaan/wacana. Apa yang disampaikan oleh Anderson menurut hemat saya masih perlu disampaikan secara jelas pen-skoran dari ketiga tingkatan aspek yang diukur (tingkat pemahaman literal; tingkat interpretasi; dan tingkat pemahaman di luar wacana). Ini penting, karena ketiga tingkatan itu memiliki bobot nilai yang berbeda terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa.
    Bila dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh Harris (1977:59), yang menyampaikan pendapatnya mengenai tes kemampuan pemahaman membaca, nampak lebih spesifik dalam mengukur pemahaman membaca walaupun banyak kesamaan dalam menentukan pola pengukurannya. Apa yang disampaikan oleh Haris mengukur pemahaman membaca secara lebih terurai mulai dari bahasa dan lambang tulisan dalam pemahaman istilah-istilah/kosakata yang memiliki arti khusus, pemahaman pola-pola kalimat dan struktur kalimat. Kemudian gagasan/pesan yang ingin disampaikan termasuk nada dan gaya dari pengarangnya dalam menuangkan ide/pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
    Saya melihat dari apa yang disampaikan oleh Harris memang terasa lebih rumit dalam mengukur kemampuan membaca siswa, tetapi sasaran pengukuran tersentuh secara lebih luas dan spesifik. Untuk dapat terlaksananya pengukuran pemahaman membaca secara baik, perlu dibuatkan pedoman penilaiannya, dan memerlukan ketelitian dalam memberikan nilai atau skor untuk menentukan tingkat keberhasilan dari pengukuran yang dilakukan.
    Apabila guru ingin melakukan pengukuran terhadap pemahaman membaca siswa, dapat mengikuti pola atau langkah-langkah yang disampaikan oleh Anderson dan Harris, atau boleh memakai dari pendapatnya Farr (1969) dan Smith (1978). Karena pada dasarnya dari cara melakukan pengukuran pemahaman membaca yang disampaikan oleh para ahli di atas, intinya mengacu pada pencarian sejauhmana siswa memaknai bacaan atau tulisan yang dibacanya dikaitkan dengan waktu dan pemahaman siswa terhadap bacaan. Bertolak dari sisi waktu dan keterbacaan dapat ditentukan kemamuan pehamanan membaca siswa.

    Komentar oleh IRNI YUSNIAR/0805110 — 21 Juni 2009 @ 7:46 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: