Iyosrosmana’s Blog

22 Mei 2009

Fonetik

Filed under: Uncategorized — iyosrosmana @ 9:38 am

OBJEK KAJIAN FONETIK

Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi. Hal itu merupakan fenomena yang menggabungkan dua dunia, yakni dunia makna dan dunia bunyi. Bahasa mempunyai tiga subsistem yaitu subsistem fonologis, subsistem gramatikal, dan subsistem leksikal.  Ketiga subsistem tersebut berhubungan dengan aspek-aspek semantis. 

 sistem fonologis yang meliputi unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan unsur artikulatoris, akustis, dan auditoris  dikaji  oleh fonetik; unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan fungsinya dalam komunikasi dikaji oleh fonemik.  Subsistem gramatikal yang meliputi kata, bagian kata (morfem), dan proses pembentukan kata dikaji  oleh morfologi; sedangkan  susunan kata yang berupa frasa, klausa, kalimat, dan wacana dikaji  oleh sintaksis.  Subsistem leksikal yang meliputi kosakata (leksikon) dikaji  oleh leksikologi.  Subsistem fonologi, gramatikal, dan leksikal berhubungan dengan aspek-aspek semantis atau makna dikaji  oleh semantik.

 Batasan dan Kajian Fonologi

Istilah fonologi berasal dari bahasa Yunani phone = ‘bunyi’, logos = ‘ilmu’.  Secara harfiah, fonologi adalah ‘ilmu bunyi’.  Fonologi merupakan bagian dari ilmu bahasa yang mengkaji bunyi, baik yang diucapkan (etik, parole), maupun yang masih dalam pikiran (emik, Langue).  Objek kajian fonologi yang pertama disebut bunyi bahasa (fon) disebut tata bunyi (fonetik). Adapun yang mengkaji fonem disebut tata fonem (fonemik).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fonologi adalah cabang ilmu bahasa (linguistik) yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi-bunyi bahasa, proses terbentuknya, dan perubahannya.  Fonologi mengkaji bunyi bahasa secara umum dan fungsional.

Batasan Fonetik

Istilah fonetik berasal dari bahasa Inggris phonetics artinya ‘ilmu yang mengkaji bunyi-bunyi tanpa memperhatikan fungsinya untuk membedakan arti (Verhaar,1982:12; Marsono, 1989:1).  Menurut Sudaryanto (1974:1), fonetik mengkaji bunyi bahasa dari sudut ucapan  (parole).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fonetik merupakan cabang fonologi yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa dari sudut ucapan, bagaimana cara membentuknya sehingga menjadi  getaran udara dan dapat diterima oleh pendengaran.

 Jenis Fonetik

Berdasarkan sudut pandang bunyi bahasa, fonetik dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni: (1) fonetik organis, (2) fonetik  akustis, dan (3) fonetik auditoris (Bloch & Trager, 1942: 11; Verhaar, 1982: 12).

 1) Fonetik Organis

Fonetik organis (artikulatoris, fisiologis) yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan mekanisme alat-alat ucap manusia dalam menghasikan bunyi bahasa (Gleason, 1955: 239).  Jadi, fonetik organis ini mendeskripsikan cara membentuk dan mengucapkan bunyi bahasa, serta pembagian bunyi bahasa berdasarkan artikulasinya.  Fonetik ini sebagian besar termasuk ke dalam bidang garapan linguistik.  Oleh sebab itu,  para linguis memasukkannya pada bidang linguistik teoretis.  Kajian fonetik pada BBM  ini pun mendeskripsikan fonetik organis.

2) Fonetik Akustis

Fonetik akustis yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa berdasar pada aspek-aspek fisiknya sebagai getaran udara (Malmberg, 1963: 5).  Bunyi bahasa dikaji frekuensi getarannya, amplitudo, intensitas, beserta timbrenya.  Fonetik akustis erat hubungannya dengan fisika, atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan fisika.  Fonetik akustis berfungsi praktis seperti dalam pembuatan telepon, rekaman piringan hitam, cassette recorder

3) Fonetik Auditoris

Fonetik auditoris yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan cara mekanisme pendengaran penerimaan  bunyi-bunyi bahasa sebagai getaran udara (Bronstein & Jacoby, 1967:70-72).  Fonetik auditoris ini sebagian besar termasuk pada bidang neurologi (kedokteran), atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan kedokteran.  

DAFTAR PUSTAKA

Aminoedin, A., dkk. 1984. Fonologi Bahasa Indonesia: Sebuah Studi Deskripstif. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bloch, Bernard  & George L. Trager. 1942.  Outline of Lnguistics Analysis. Baltimore, Md.: Linguistics Society of America.

Bloomfield, Leonard. 1995. Language: Bahasa. (terjemahan: I. Soetikno). Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Bronstein, Arthur J. & Beatrice F. Jacoby. 1967. Your Speech and Voice. New York: Random House.

Dodd, H. Robert & Leo C. Tupan. 1961. Bunyi dan Ejaan Bahasa Inggeris (Pengantar Ilmu, Fonetik). Bandung­: Ganaco.

Fries, Charles C. 1954. English Pronunciation Exercises. in Sound Segments, Intonation, and Rhythm. English Language Institute University of Michigan.

Gleason, Jr., H.A. 1961. An Introduction to Descriptive Linguis­tics. New York‑Chicago‑San Fransisco‑Toronto‑Lon­don: Holt, Rinehart and Winston.

Halim, Amran. 1974. Intonation in Relation to Syntax in Bahasa Indonesia. Proyek Pengembahanya Bahan dan Sastra In­donesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan‑Djambatan.

Hyman, L.M. 1975. Phonology: The Theory and Analysis. New York‑Chicago‑San Fransisco‑Toronto‑Lon­don: Holt Rinehart & Winston.

International Phonetic Association. 1970. The Principles of the International Alphabeth and the Manner of using It, Illustrated by the Text in 51 Languages. London: Departement of Phonetics, University College.

Jones, Daniel. 1958. The Pronunciation of English. Fourth Edition, Cambridge, Great Britain  at the University Press.

Kridalaksana, Harimurti.  1987.  Kamus Linguistik.  Jakarta: Gramedia.

Ladefoged, Peter. 1973. Preliminaries to Linguistic Phonetics. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Lapoliwa, Hans. 1981. Dasar‑Dasar Fonetik. Penataran Linguistik Umum Tahap 1, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengem­bahanya Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Lyons, John. 1995. Pengantar Teori Linguistik (terjemahan:I. Soetikno)Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

Malmberg, Bertil. 1963. Phonetics. New York: Dover Publica­tions.

Marsono. 1989. Fonetik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Martinet, Andre. 1987. Ilmu Bahasa:Pengantar (terjemahan:Rahayu Hidayat). Yogyakarta: Kanisius.

Mol, H. 1970. Fundamrntals of Phonetics II. The Hague‑Paris:Mouton.

O’Connor, J.D. 1970. Better English Pronounciation. London: Cambridge University Press.

Pike, K.L. 1971. A Technique for Reducing Language to writing. Ann Arbor: Michigan Press.

Pike, Kenneth L. 1947. Phonemics A technique for Reducing Languages to Writing. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Robins, R. H.  1989.  Linguistik Umum:Sebuah Pengantar (terjemahan:Soenarjati Djajanegara).  Yogyakarta: Kanisius. 

Samsuri.  1994. Analisis Bahasa: Memahami Bahasa secara Ilmiah.  Jakarta: Erlangga. 

Sommerstein, Alan H. 1977. Modern Phonology. University Park Press.

Sudaryanto.  1974.  Fonetik:Ilmu Bunyi yang Penyelidikannya dari sudut Parole.  Yogyakarta: Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

Verhaar, J. M.  1982.  Pengantar Linguistik.  Yogyakarta: UGM Press.

Yusuf, Suhendra. 1998. Fonetik dan Fonologi. Jakarta: Gramedia.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: